Perbandingan Odoo VS ERP Lain di Indonesia: Mana yang Lebih Masuk Akal?

Kalau Anda sedang mempertimbangkan ERP, kemungkinan besar Anda sudah mendengar nama Odoo. Di Indonesia, Odoo cukup populer, terutama di kalangan perusahaan menengah keatas yang ingin sistem fleksibel tanpa biaya lisensi setinggi pemain global.

Tapi pertanyaannya bukan “Odoo bagus atau tidak.”

Pertanyaannya adalah: Apakah Odoo lebih tepat dibanding ERP lain di Indonesia untuk kebutuhan bisnis Anda?

Artikel ini membahas perbandingan Odoo dengan ERP lain di Indonesia secara objektif, berbasis struktur biaya, fleksibilitas, skalabilitas, dan kompleksitas implementasi. Fokusnya bukan promosi, tapi membantu owner dan manajemen membuat keputusan rasional.

Gambaran Umum: Posisi Odoo di Pasar ERP Indonesia


Odoo S.A. adalah perusahaan asal Belgia yang menawarkan ERP modular berbasis open-source. Odoo memiliki dua versi utama:

  • Community (gratis, open source)

  • Enterprise (berbayar, fitur lebih lengkap)

Di Indonesia, Odoo banyak digunakan oleh:

  • Perusahaan distribusi

  • Manufaktur skala menengah

  • Retail

  • Jasa

Sebagai pembanding, beberapa ERP yang umum dipakai di Indonesia antara lain:

Masing-masing punya positioning yang berbeda. Mari kita bedah satu per satu.

1. Struktur Biaya: Odoo vs ERP Lain

Odoo

  • Model subscription per user per bulan (untuk Enterprise)

  • Biaya implementasi tergantung partner

  • Fleksibel karena modular (bayar modul yang dipakai)

Menurut publikasi resmi Odoo, harga Enterprise global mulai dari sekitar €20–30 per user per bulan, belum termasuk implementasi dan hosting.

SAP & Oracle

  • Biaya lisensi jauh lebih tinggi

  • Implementasi bisa memakan biaya miliaran rupiah untuk enterprise

  • Cocok untuk perusahaan besar dengan kompleksitas tinggi

Menurut laporan Panorama Consulting 2023, rata-rata biaya implementasi ERP global berkisar antara USD 150.000 hingga jutaan dolar tergantung skala.

Kesimpulan biaya:

Untuk perusahaan menengah keatas, Odoo sering lebih rasional dibanding SAP atau Oracle. Namun jika untuk enterprise dengan kompleksitas tinggi lintas negara, SAP dan Oracle lebih cocok walaupun biaya nya tidak sedikit.

Baca Juga: Software ERP Terbaik 2026

2. Fleksibilitas dan Customization

Dari sisi fleksibilitas & customization Odoo juga unggul, karena arsitekturnya modular dan berbasis open-source. Odoo:

  • Mudah dikustomisasi

  • Banyak partner lokal

  • Bisa dikembangkan sesuai workflow spesifik

Sebaliknya:

  • SAP dan Oracle lebih rigid, tapi stabil

Kalau bisnis Anda unik dan butuh penyesuaian alur kerja, Odoo lebih mudah dikembangkan dibanding sistem enterprise global yang strukturnya kaku.

Namun, fleksibilitas tinggi juga berarti:

  • Risiko over-customization

  • Ketergantungan pada partner implementasi

Owner perlu memastikan partner implementasi ERP Odoo kompeten seperti Ditama Teknologi Indonesia yang sudah berpengalaman selama 10 tahun dan terdaftar resmi sebagai Partner Odoo Silver. Jika butuh bantuan atau sekedar bertanya, silahkan Konsultasi Gratis.

3. Skalabilitas untuk Enterprise

Untuk enterprise skala besar:

  • SAP dan Oracle sudah teruji di perusahaan multinasional

  • Support global dan compliance lintas negara lebih kuat

Odoo bisa digunakan enterprise dan hasilnya memuaskan, tetapi:

  • Perlu arsitektur server yang tepat

  • Perlu partner berpengalaman

  • Governance IT harus disiplin

Banyak perusahaan skala menengah dan enterprise di Indonesia berhasil menggunakan Odoo hingga ratusan user. 

4. Implementasi dan Waktu Go-Live

Menurut studi Panorama Consulting, 50% proyek ERP mengalami keterlambatan.

Dalam praktik di Indonesia:

  • Odoo implementasi bisa 3–6 bulan untuk perusahaan menengah

  • SAP bisa 9–18 bulan tergantung kompleksitas

Jika owner ingin hasil cepat dan tidak ingin proyek IT berjalan terlalu lama, Odoo lebih realistis.

5. Kompleksitas Penggunaan

Dari sisi user experience:

  • Odoo relatif modern dan intuitif

  • SAP dikenal powerful tapi kompleks

User adoption adalah faktor krusial. ERP secanggih apa pun tidak akan efektif jika tim tidak nyaman menggunakannya.

6. Risiko dan Ketergantungan Vendor

Odoo:

  • Tergantung pada partner implementasi lokal

  • Kualitas bisa berbeda-beda

SAP & Oracle:

  • Struktur support global jelas

  • Biaya tinggi, tapi governance kuat

Owner harus menilai bukan hanya fitur, tetapi stabilitas vendor jangka panjang.

Ringkasan Perbandingan Odoo vs ERP Lain di Indonesia

Aspek

Odoo

SAP

Oracle

Biaya

Menengah

Tinggi

Tinggi

Fleksibilitas

Tinggi

Sedang

Sedang

Skalabilitas Enterprise

Cukup

Kuat

Kuat

Waktu Implementasi

Sedang

Lama

Lama

Kompleksitas

Moderat

Tinggi

Tinggi

Jadi, Mana yang Lebih Cocok?

Pilih Odoo jika:

  • Perusahaan Anda skala menengah ke atas

  • Butuh fleksibilitas dan skalabilitas yang cukup

  • Ingin ERP modular dengan biaya terkendali

  • Siap memilih partner implementasi yang kompeten

Pilih SAP atau Oracle jika:

  • Perusahaan enterprise besar

  • Multi-negara

  • Butuh compliance global

  • Budget tidak menjadi isu utama

Penutup

Perbandingan Odoo dengan ERP lain di Indonesia tidak bisa dijawab dengan satu kata “lebih baik”. Semuanya tergantung konteks bisnis.

Sebagai owner atau decision maker, fokuslah pada:

  • Kompleksitas proses internal

  • Target pertumbuhan 3–5 tahun

  • Kesiapan tim

  • Total cost of ownership, bukan hanya harga awal

ERP adalah keputusan strategis jangka panjang. Salah pilih bisa menghambat ekspansi. Tepat pilih bisa mempercepat pertumbuhan. Anda bisa konsultasi dengan tim ahli kami terkait permasalahan bisnis Anda atau masih bingung memilih ERP apa, kami siap membantu. Konsultasi Gratis.

in ERP
Sign in to leave a comment
Product
Consultant